Ramadian Bachtiar, yang akrab disapa Rama, adalah seorang fotografer dan videografer bawah laut yang mulai menggemari fotografi sejak berada di bangku SMA. Karena kegemarannya tersebut, ia mengikuti kursus foto jurnalistik yang kemudian membawanya ke dunia fotografi profesional pada 2004. Latar belakang pendidikan Ilmu Kelautan di Institut Pertanian Bogor (IPB) serta hobi menyelam membuatnya menekuni fotografi dan videografi bawah laut.

Foto bawah laut karya Rama pernah dimuat di beberapa media nasional maupun internasional, antara lain National Geographic Indonesia Magazine, harian Kompas dan harian Kieler Nachrichten (Jerman). Selain menekuni dunia foto dan video bawah laut, Rama yang telah mengantongi sertifikat divemaster ini juga terjun ke produksi film dokumenter. Salah satu karya film dokumenternya yang berjudul Sui Utik yang berkisah tentang Orang Dayak, suku asli Kalimantan mendapat penghargaan di kategori film dokumenter pendek pada Festival Film Ungdomm di Norwegia pada 2007.

Pada acara kumpul-kumpul bersama mahasiswa/i SIGMA-B UI (Special Interest Group in Marine-Biology UI) Juni lalu, Stockshot.id mengundang Rama untuk menjadi pembicara. Dengan gayanya yang santai dan ramah, Rama berbagi tips dan trik mengambil foto dan video bawah laut yang baik dan benar. Nah, bagi teman-teman yang juga ingin menambah pengetahuan tentang pembuatan foto dan video bawah laut, berikut adalah hasil bincang Stockshot.id dengan Rama.

Foto koleksi pribadi Ramadian Bachtiar

Gimana sih awalnya Anda bisa terjun di dunia foto dan video bawah laut? Kenapa memilih dunia bawah laut?

Sejak SMA gue memang sudah punya hobi fotografi dan akhirnya gue belajar di klub fotografi di SMA. Setelah lulus, kuliahlah gue di jurusan Ilmu Kelautan IPB dan ngambil Biologi Laut. Saat kuliah gue belajar menyelam, di mana gue nemu perpaduan menarik antara menyelam dan foto. Sambil kuliah, gue ikut training foto jurnalistik di Galeri Foto Jurnalistik Antara, kemudian gue freelancing sana sini, seperti di Antara, Tempo, Djakarta Magazine. Djakarta Magazine itu memperkenalkan gue tentang visual story telling, dan di situ juga gue berkenalan dengan mentor gue, real mentor in the wild world yang memberikan gue pelajaran tentang gimana membangun cerita dari sebuah foto. Saat kuliah gue juga pernah dikasih kesempatan oleh dosen gue untuk mempelajari dan motret dunia bawah laut. Sejak itu gue berkembang, walaupun sempet bikin kamera dosen gue rusak. 

Gue memilih dunia underwater, selain memang interest gue, itu adalah hal yang membuat diri gue distinctive, membuat gue beda dari orang-orang lain karena gue mengenal apa yang bergerak di bawah laut sementara orang lain enggak berasal dari disiplin ilmu kelautan. 


Keterampilan apa saja yang perlu dimiliki seseorang yang ingin mengambil foto dan video bawah laut?

Pertama, tentu keterampilan menyelam. Entah skin diving atau free diving, apapun metode menyelam yang kita pilih. Kita harus menguasai hal itu dan saat di bawah laut kita harus nyaman dengan diri sendiri serta alat yang kita bawa, supaya setelah kita menyelam enggak ninggalin kerusakaan di dalam laut. 

Kedua, kita harus mengerti fotografi, mengerti tentang bagaimana kerja cahaya karena fotografi adalah melukis dengan cahaya. Ketika kita bekerja di medium perairan itu tentu cara kerjanya berbeda. 

Setelah kita bisa menghasilkan foto di bawah laut yang secara teknis sudah bagus, maka hal ketiga adalah pengetahuan akan subjek yang akan kita potret. Misalnya kita pengen motret ikan Mandarin, kita harus tahu kalau ikan itu hanya akan muncul menjelang magrib. Jadi kalau kita nyelam jam 7 atau 8 pagi, kita enggak akan ketemu. Kita harus nyelam jam 3 atau 4 sore karena saat itu ikan Mandarin akan muncul di terumbu karang dan mereka siap untuk kita foto. 

Supaya kita punya pengetahuan tentang hal tersebut, kita harus melakukan riset karena jam motret underwater itu berbeda. Underwater photographer itu harus learning your purpose dulu, your subject itu harus dipelajari lebih dulu dan bagaimana cara motretnya. Kita bisa dapet pengetahuan itu bukan dari sekolahan. Gue dapet pengetahuan itu dengan nanya sama nelayan, nanya sama dive guide, dan nanya sama orang-orang yang udah duluan nyelam di lokasi tertentu.


Apa saja yang perlu diperhatikan ketika mengambil foto dan video bawah laut? Alasannya?

Etika bekerja di lapangan. Gimana caranya supaya kita bisa meminimalkan disturbance yang kita ciptakan dan menjaga keselamatan diri kita, alat, dan lingkungan. Nah makanya  riset itu penting supaya kita tahu musim terbaik itu kapan, karena kita bergantung sama alam. Kita juga harus punya kemampuan untuk menghitung berapa footage yang bisa kita hasilkan dalam sekali menyelam. Apalagi kalau misalnya ada keterbatasan dana dan lain-lain, kadang unsur keselamatan tuh jadi kaya sedikit gambling gitu. Jadi intinya kita harus dateng dengan shot list, apa yang dibutuhkan dan yang perlu dipersiapkan. Ya seperti management skill itu juga dibutuhkan untuk pekerjaan profesional dan itulah yang membedakan antara yang profesional dan yang enggak profesional. 


Tips dan trik mengambil foto dan video bawah laut yang baik seperti apa?

Kita harus udah tau apa yang mau didapetin dan gimana strateginya. Kedua, pengetahuan akan underwater photography karena mediumnya beda. Selanjutnya kita harus sedekat mungkin dengan subjek yang diinginkan kemudian kita harus mencahayai subjeknya dengan bagus. Sebenernya bagus dan enggaknya itu relatif. Bagus enggaknya sebuah komposisi itu bisa kita pelajari dengan meniru saja dulu framing orang lain, selanjutnya setelah berkembang kita bisa menciptakan kreativitas kita sendiri. You don’t have to worry about technical aspect. Masalah dalam foto itu komposisi, sedangkan dalam video itu sequence, jadi literasi kita harus diperbanyak dan harus banyak nonton film underwater, framing underwater kaya gimana, sequence tuh kaya apa, tiru aja dulu. Kalau tentang teknis ya percayakan pada kecanggihan teknologi zaman sekarang. 


Apakah ada perbedaan cara dalam mengambil foto dan video bawah laut? 

Beda, di darat aja beda. Kalau foto kita kan fokus di decisive moment atau momen puncak, sementara di video kita fokus di building sequence


Tips dan trik untuk mengambil foto dan video bawah laut dengan angle close up, wide shot seperti apa?

Plan your dive and dive your plan.Termasuk ketika kita turun dengan kamera karena di bawah laut kan enggak bisa ganti lensa. Jadi kalau mau dapetin wide shot berarti kita fokus hanya untuk dapetin wide shot. Dari awal setting alat, kita harus fokus dengan wide shot aja. Ketika di bawah laut kita nemuin yang bagus buat close up, abaikan aja. Baik wide shot maupun close up, kita harus selalu sedekat mungkin sama subjek kita dan mencahayai subjek dengan baik karena di bawah air spektrum warna hilang. Kalau kita enggak cahayai subjek kita maka warnanya akan hijau biru alias colorful-nya enggak keluar. 


Selain faktor alam, faktor apa saja yang bisa memengaruhi kualitas dari foto dan video bawah laut? Cara mengatasinya seperti apa? 

Ada banyak. Faktor alam sendiri kalo di breakdown ada banyak, misalnya visibility (daya pandang). Hari cerah dan enggak berombak tapi airnya keruh. Nah itu kembali lagi ke riset. Jadi kita harus tahu kapan waktu terbaiknya. Riset dan punya kontak on the ground. Riset, riset, riset. Enaknya, ketika kita dapet long term project kita jadi bisa me-manage produksi kita. Riset itu ada banyak tipenya, harus disamain dulu frekuensinya. Gue pernah ngerjain proyek bullying pada anak. Biasanya orang taunya riset adalah riset angka-angka, tapi bagi gue riset itu adalah siapa karakter yang bisa gue film-in, ada aksesnya atau enggak. Intinya how to do so

Jadi riset di dalam produksi itu juga banyak hal, seperti waktu terbaik, gimana caranya mendokumentasikan, memfilmkan atau memotret subjeknya, kemudian guide lokal terbaik. Ketika gue dateng ke suatu tempat, gue akan invest my time untuk bisa ngobrol sama orang-orang yang tau lokalitas di sana, kapan waktu terbaik untuk motret, kapan waktu terbaik untuk menyelam, dan punya orang di ground yang mengerti visual juga sangat membantu.


Selama bergelut di dunia bawah laut, tujuan Anda mengambil foto dan video bawah laut untuk apa saja? Apakah fungsi dari foto dan video bawah laut sama atau berbeda?

Kalau untuk media massa tentunya untuk publikasi story-nya. Kalau organisasi lebih bervariasi sih, kebanyakan untuk campaign mereka. Tapi sekarang kan dunianya udah berubah. Dulu ada poster, sekarang ada instagram. Mungkin bergeser penggunaannya. Ada yang buat edukasi juga. Kaya sekarang pun materi ajar gue udah lebih banyak visual karena memang seeing is believing dan visual itu bisa bener-bener meng-engage orang dengan konteksnya. 


Tips dan trik pemilihan alat yang tepat saat ambil foto dan video bawah laut? 

The right tool for the right job. Kalau kita motret underwater kita harus bener-bener tahu alat  apa yang kita butuhin. Gue waktu itu bikin sebuah profil perusahaan perikanan dan mereka bikin pembesaran tuna di air lepas di Bali. Akhirnya alatnya adalah bener-bener nge-rigging GoPro karena memang enggak mungkin kita pake DSLR. 

Gue bukan tipe orang yang harus pake kamera ini atau itu. Gue udah berhenti beli alat dari tahun 2015. Gue memutuskan untuk sewa karena perkembangan teknologi yang begitu cepat.